
Program Studi Matematika menyelenggarakan kegiatan Studium Generale dengan tema “Era Agentic AI: Peran Matematika, Sains Data, dan Sistem Informasi dalam Membangun Kecerdasan yang Bertanggung Jawab” pada Jumat, 23 Oktober 2026, bertempat di Auditorium Fakultas Sains dan Teknologi UINSU Medan. Kegiatan ini dilakukan secara kolaboratif oleh Program Studi Matematika, Magister Matematika, Sains Data, dan Sistem Informasi, Fakultas Sains dan Teknologi. Kegiatan ini menjadi forum akademik untuk memperluas wawasan mahasiswa dan sivitas akademika mengenai perkembangan kecerdasan buatan, khususnya Agentic AI, serta peran matematika, sains data, dan sistem informasi dalam mendukung pengembangan teknologi yang inovatif, adaptif, dan bertanggung jawab.
Kegiatan Studium Generale secara resmi dibuka oleh Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Kelembagaan FST UINSU Medan, Dr. M. Ridwan, M.Ag. Turut hadir Ketua Program Studi Matematika, Dr. Ismail Husein, M.Si.; Sekretaris Program Studi S1 Matematika, Dr. Hendra Cipta, M.Si.; serta para dosen Program Studi Matematika. Dua narasumber yang hadir dalam kegiatan ini adalah Prof. Dr. Mardiningsih, M.Si. dan Prof. Dr. Herman Mawengkang, yang menyampaikan materi dengan perspektif matematis untuk memperkaya pemahaman peserta mengenai pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Narasumber pertama, Prof. Dr. Mardiningsih, M.Si., menyampaikan materi berjudul “Peranan Aljabar Kombinatorika pada Sains dan Teknologi”. Materi ini mengangkat pentingnya konsep-konsep matematika, khususnya aljabar dan kombinatorika, dalam mendukung pemecahan masalah serta pengembangan berbagai aplikasi sains dan teknologi. Aljabar kombinatorika memiliki peran dalam mempelajari struktur, pola, relasi, dan berbagai kemungkinan yang muncul dalam suatu sistem. Konsep-konsep tersebut dapat menjadi landasan matematis untuk memahami persoalan kompleks, termasuk persoalan yang berkaitan dengan komputasi, analisis data, optimisasi, dan pengembangan algoritma.
Melalui materi ini, peserta diajak memahami bahwa matematika bukan sekadar ilmu teoretis, melainkan juga fondasi penting dalam perkembangan teknologi modern. Pemahaman terhadap struktur matematis dapat membantu mahasiswa mengembangkan cara berpikir logis, sistematis, dan analitis ketika menghadapi tantangan di bidang sains dan teknologi.
Narasumber kedua, Prof. Dr. Herman Mawengkang, membawakan materi berjudul “Variabel Superbasis Teraugmentasi Adaptif”. Materi ini memperkenalkan pembahasan matematis yang berkaitan dengan pendekatan dan pengembangan metode untuk menghadapi persoalan komputasi dan optimisasi. Pembahasan tersebut memperluas wawasan peserta mengenai perkembangan metode matematika dalam mendukung penyelesaian masalah yang semakin kompleks. Dalam konteks perkembangan kecerdasan buatan, pendekatan matematis dan komputasional memiliki peran penting dalam membangun sistem yang mampu memproses informasi, mengevaluasi alternatif, serta membantu pengambilan keputusan secara lebih terstruktur. Kehadiran kedua narasumber memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal perkembangan kajian matematika sekaligus memahami keterkaitannya dengan tantangan riset dan inovasi teknologi masa kini.
Tema “Era Agentic AI” menjadi relevan seiring berkembangnya sistem kecerdasan buatan yang tidak hanya menghasilkan respons berdasarkan instruksi, tetapi juga dapat menjalankan rangkaian tugas untuk mencapai tujuan tertentu dengan tingkat otonomi yang bervariasi. Perkembangan tersebut menghadirkan peluang sekaligus tantangan, terutama terkait keandalan, transparansi, keamanan, dan tanggung jawab dalam penggunaan teknologi.
Dalam konteks ini, matematika berperan menyediakan landasan teoretis dan metode analitis, sains data mendukung pengolahan serta interpretasi informasi, sedangkan sistem informasi berkontribusi pada perancangan dan pengelolaan sistem yang digunakan dalam lingkungan organisasi maupun masyarakat. Kolaborasi ketiga bidang tersebut diperlukan agar perkembangan kecerdasan buatan tidak hanya berorientasi pada kemampuan teknis, tetapi juga mempertimbangkan dampak dan tanggung jawab penggunaannya.
Penyelenggaraan Studium Generale secara kolaboratif oleh empat program studi di lingkungan FST UINSU Medan menunjukkan pentingnya pendekatan multidisipliner dalam menjawab perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang pertukaran gagasan antara narasumber dan sivitas akademika untuk memperluas perspektif mengenai arah perkembangan riset dan pendidikan tinggi.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Matematika bersama program studi lainnya berharap mahasiswa semakin memahami pentingnya penguasaan dasar-dasar matematika, kemampuan analisis data, dan pemahaman sistem informasi dalam menghadapi era kecerdasan buatan. Mahasiswa juga diharapkan mampu mengembangkan pola pikir kritis, inovatif, dan bertanggung jawab sehingga dapat berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan serta pemanfaatan teknologi untuk kepentingan masyarakat.
Kegiatan Studium Generale ini menjadi salah satu upaya FST UINSU Medan dalam memperkuat budaya akademik, memperluas wawasan keilmuan, dan mendorong kolaborasi lintas disiplin untuk menghadapi tantangan transformasi digital.